Dear Rekans,
Kalau dalam melakukan transaksi ePulsa dan produk-produknya ada masalah yang tidak terselesaikan, silakan kirim email saja. Sy punya dokumen pedoman penetapan status transaksi.
Mau ?
Wednesday, November 28, 2007
And the contest begin !
Sok atuh dicek, berapa banyak server dan brand yang muncul dalam setahun terakhir ...
Ane yakin lebih dari 100 server. Dan dalam 1 server bisa muncul beberapa brand. Mantap, kan ? Mereka semua tersebar dimana-mana. Mungkin di sebuah Kecamatan ada 1 buah server, Bahkan mungkin di level Kelurahan pun sudah ada.
Saya ingat pertengahan tahun 2007 lalu, ada calon partner H2H menghubungi saya. Dia ingin langganan beli stok lewat koneksi H2H. Ternyata dia harus pakai donggle. Pas saya mau kirim, ternyata alamat tujuannya adalah sebuah tempat yang jaraknya belasan kilometer dari kota kabupaten. Deziigghhh..... !
Dan kontes pun dimulai. Semua pemain server berlomba-lomba untuk merebut pasar dan menjanjikan stok yang aman. Bahkan sampai level banting-bantingan harga. Dan yang keluar sebagai pemenang adalah ....... OPERATOR !
Seperti halnya iklan teh dalam kemasan botol, "Siapapun yang jual (voucher saya), saya lah yang tetap untung !". Begitulah tagline si operator itu.
Banting harga bahkan jual rugi adalah langkah yang kerap diambil oleh distributor baru dalam rangka mengambil hati operator. Akibatnya ada 1 pihak lagi yang meraup untung dari harga murah. Siapakah dia ? Tentu pihak pedagang (sementara) akan meraup untung. Selanjutnya, end user lah yang senang, karena bisa mendapatkan voucher dengan harga murah.
Lalu siapa yang harus menggigit jari ? Lagi-lagi tentu para pelaku distribusinya. Hehehee.... Kok gitu yak ? Bisa dibayangkan ada banyak yang harus pulang duluan, atau tersisih, atau terekstradisi, atau apapun disebutnya. Yang pasti, satu-persatu para pemain ini akan menghilang, atau minimal merger dengan pemain lain.
Ada yang selama ini anteng-anteng saja, ternyata tak lama kemudian, musti jual sebagian saham perusahaan buat menutup operasionalnya. Ada pula pemain server yang benar-benar main saham untuk memutar modalnya.
Saat ini, kontes masih berlangsung.
And the story will always continue.......
(Ruang Meeting 20071127)
Ane yakin lebih dari 100 server. Dan dalam 1 server bisa muncul beberapa brand. Mantap, kan ? Mereka semua tersebar dimana-mana. Mungkin di sebuah Kecamatan ada 1 buah server, Bahkan mungkin di level Kelurahan pun sudah ada.
Saya ingat pertengahan tahun 2007 lalu, ada calon partner H2H menghubungi saya. Dia ingin langganan beli stok lewat koneksi H2H. Ternyata dia harus pakai donggle. Pas saya mau kirim, ternyata alamat tujuannya adalah sebuah tempat yang jaraknya belasan kilometer dari kota kabupaten. Deziigghhh..... !
Dan kontes pun dimulai. Semua pemain server berlomba-lomba untuk merebut pasar dan menjanjikan stok yang aman. Bahkan sampai level banting-bantingan harga. Dan yang keluar sebagai pemenang adalah ....... OPERATOR !
Seperti halnya iklan teh dalam kemasan botol, "Siapapun yang jual (voucher saya), saya lah yang tetap untung !". Begitulah tagline si operator itu.
Banting harga bahkan jual rugi adalah langkah yang kerap diambil oleh distributor baru dalam rangka mengambil hati operator. Akibatnya ada 1 pihak lagi yang meraup untung dari harga murah. Siapakah dia ? Tentu pihak pedagang (sementara) akan meraup untung. Selanjutnya, end user lah yang senang, karena bisa mendapatkan voucher dengan harga murah.
Lalu siapa yang harus menggigit jari ? Lagi-lagi tentu para pelaku distribusinya. Hehehee.... Kok gitu yak ? Bisa dibayangkan ada banyak yang harus pulang duluan, atau tersisih, atau terekstradisi, atau apapun disebutnya. Yang pasti, satu-persatu para pemain ini akan menghilang, atau minimal merger dengan pemain lain.
Ada yang selama ini anteng-anteng saja, ternyata tak lama kemudian, musti jual sebagian saham perusahaan buat menutup operasionalnya. Ada pula pemain server yang benar-benar main saham untuk memutar modalnya.
Saat ini, kontes masih berlangsung.
And the story will always continue.......
(Ruang Meeting 20071127)
BRAVE HEART (Para Pemberani....)
Bisnis voucher prepaid elektrik makin menggila di mana-mana....
Sehabis libur Lebaran, perjalanan safari dimulai. Menyusuri Jabar Selatan (Bandung - Nagreg - Limbangan - Malangbong - Ciawi - Rajapolah - Ciamis - Banjar), di kiri kanan jalan raya dengan mudah kita bisa temui para pedagang pulsa elektrik maupun fisik.
Hmmm... terbayang bagaimana dinamika distribusi stok bisa sampai di tangan mereka semua. Bisa jadi langsung dr ibu kota negara, bisa dari ibu kota provinsi. Semua berlomba untuk menarik minat para calon pembeli. Ada yang pasang harga (konon) termurah, ada yang pasang list produk (yang konon) terlengkap. Ada pula yang seperti gak niat jualan, hehehe....
Di pinggiran jalan utama Banjar, ada sederetan toko, dimana salah satunya adalah warung kopi dan mie rebus. Jam menunjukkan pukul 04.05. Sambil istirahat, akhirnya mobil pun diminggirkan. Pesan kopi susu dan mie instan kepada mbak penjaganya (sumpe, jam segitu, dandanannya udah rapih !). Sambil menunggu pesanan, tiba-tiba sebuah motor berhenti, dan pengendaranya turun, ikut memasuki warung dimana saya menunggu pesanan.
"Mbak, Simpati 20 masih ada gak ?", ujarnya. Saya yang terperanjat ! Nah ????
Sebuah warung di pinggiran jalan raya Banjar, pada jam 04 pagi, di saat orang lain masih kelonan, masih ada yang jualan kopi susu dan mie rebus, itu mah biasa. Tapi kalau ada yang minta pulsa jam segitu, itu baru mantap (luar biasa !)
Dan perjalanan pun berlanjut, menyusuri jalur selatan Jawa Tengah.
Di sepanjang minggu itu, beberapa kota dan pelosok saya bisa datangi. Menemui keluarga, teman atau sekedar (sengaja) nyasar di sebuah counter penjualan voucher. Yaa, sekalian cari informasi.
Ternyata ada hal yang sangat menarik. Di beberapa kabupaten di sana, sudah ada server dengan brand lokal. Saya sempat temui beberapa counter, dimana ternyata sebuah brand kadang punya transaksi tak lebih dari 1,000 transaksi per hari !
Saya agak confused dengan informasi itu. Kok bisa-bisanya sebuah brand lokal bertahan dengan volume transaksi yang minim. Memang ada beberapa brand nasional yang masuk, tetapi masih kalah populer dibanding brand lokal.
Siapa yang sangka di Sragen dan Wonogiri (kota kabupaten di Jateng tenggara), ternyata sudah ada server yang ter-install di sana. Bahkan bisa mengandalkan stok lokal. Hebat ! Saya acungkan jempol kepada mereka semua. Tidak semua pemain server seberani mereka.
Mereka benar-benar memiliki niat yang kuat !
I called them as a Brave Heart !
(Meeting Room 20071127)
Sehabis libur Lebaran, perjalanan safari dimulai. Menyusuri Jabar Selatan (Bandung - Nagreg - Limbangan - Malangbong - Ciawi - Rajapolah - Ciamis - Banjar), di kiri kanan jalan raya dengan mudah kita bisa temui para pedagang pulsa elektrik maupun fisik.
Hmmm... terbayang bagaimana dinamika distribusi stok bisa sampai di tangan mereka semua. Bisa jadi langsung dr ibu kota negara, bisa dari ibu kota provinsi. Semua berlomba untuk menarik minat para calon pembeli. Ada yang pasang harga (konon) termurah, ada yang pasang list produk (yang konon) terlengkap. Ada pula yang seperti gak niat jualan, hehehe....
Di pinggiran jalan utama Banjar, ada sederetan toko, dimana salah satunya adalah warung kopi dan mie rebus. Jam menunjukkan pukul 04.05. Sambil istirahat, akhirnya mobil pun diminggirkan. Pesan kopi susu dan mie instan kepada mbak penjaganya (sumpe, jam segitu, dandanannya udah rapih !). Sambil menunggu pesanan, tiba-tiba sebuah motor berhenti, dan pengendaranya turun, ikut memasuki warung dimana saya menunggu pesanan.
"Mbak, Simpati 20 masih ada gak ?", ujarnya. Saya yang terperanjat ! Nah ????
Sebuah warung di pinggiran jalan raya Banjar, pada jam 04 pagi, di saat orang lain masih kelonan, masih ada yang jualan kopi susu dan mie rebus, itu mah biasa. Tapi kalau ada yang minta pulsa jam segitu, itu baru mantap (luar biasa !)
Dan perjalanan pun berlanjut, menyusuri jalur selatan Jawa Tengah.
Di sepanjang minggu itu, beberapa kota dan pelosok saya bisa datangi. Menemui keluarga, teman atau sekedar (sengaja) nyasar di sebuah counter penjualan voucher. Yaa, sekalian cari informasi.
Ternyata ada hal yang sangat menarik. Di beberapa kabupaten di sana, sudah ada server dengan brand lokal. Saya sempat temui beberapa counter, dimana ternyata sebuah brand kadang punya transaksi tak lebih dari 1,000 transaksi per hari !
Saya agak confused dengan informasi itu. Kok bisa-bisanya sebuah brand lokal bertahan dengan volume transaksi yang minim. Memang ada beberapa brand nasional yang masuk, tetapi masih kalah populer dibanding brand lokal.
Siapa yang sangka di Sragen dan Wonogiri (kota kabupaten di Jateng tenggara), ternyata sudah ada server yang ter-install di sana. Bahkan bisa mengandalkan stok lokal. Hebat ! Saya acungkan jempol kepada mereka semua. Tidak semua pemain server seberani mereka.
Mereka benar-benar memiliki niat yang kuat !
I called them as a Brave Heart !
(Meeting Room 20071127)
Monday, March 12, 2007
Hati-hati dengan Yang Begini
Modus terakhir yang ditemukan adalah dengan cara memanfaatkan putaran dana/cash flow.
Walau sifatnya sementara, distributor/dealer jenis ini harus diwaspadai. Jika tidak, pelanggan akan dirugikan dengan kondisi saldo tidak akan diperoleh pada waktu yang seharusnya. Terkadang hal ini menjadi penyebab kesalahfahaman antara pelanggan dengan master distributor/distributor.
Misalkan ada dealer menyetor dana Rp. 2,000,000. Dana ini berasal dari customer A. Ketika saldo sudah didapatkan, oleh dealer saldo justru diberikan dahulu ke customer B. Tentu saja hal ini mendatangkan kerugian bagi customer A, bukan ? Hmmm.. sebenarnya hal ini memang kewenangan dealer untuk mengatur cash flow-nya.
Untuk menghindari hal ini, sebaiknya, transfer dilakukan langsung kepada master distributor. Walau hal ini juga tidak merupakan jaminan, bahwa master distributor juga tidak melakukan praktek yang sama. Jadi harus bagaimana ?
Kenali dulu dengan baik mitra-mitra Anda. Pastikan bahwa kerjasama yang ada tidak akan membuat susah di kemudian hari.
Waspada.... Waspadalah... :-)
Walau sifatnya sementara, distributor/dealer jenis ini harus diwaspadai. Jika tidak, pelanggan akan dirugikan dengan kondisi saldo tidak akan diperoleh pada waktu yang seharusnya. Terkadang hal ini menjadi penyebab kesalahfahaman antara pelanggan dengan master distributor/distributor.
Misalkan ada dealer menyetor dana Rp. 2,000,000. Dana ini berasal dari customer A. Ketika saldo sudah didapatkan, oleh dealer saldo justru diberikan dahulu ke customer B. Tentu saja hal ini mendatangkan kerugian bagi customer A, bukan ? Hmmm.. sebenarnya hal ini memang kewenangan dealer untuk mengatur cash flow-nya.
Untuk menghindari hal ini, sebaiknya, transfer dilakukan langsung kepada master distributor. Walau hal ini juga tidak merupakan jaminan, bahwa master distributor juga tidak melakukan praktek yang sama. Jadi harus bagaimana ?
Kenali dulu dengan baik mitra-mitra Anda. Pastikan bahwa kerjasama yang ada tidak akan membuat susah di kemudian hari.
Waspada.... Waspadalah... :-)
Modus Penipuan Bisnis Voucher (3)
Ada modus penipuan yang memanfaatkan pemain resmi semacam ePulsa atau eTronik. Harap hati-hati dengan profil distributor atau dealer yang tidak meyakinkan. Ada hasil penelusuran fakta bahwa sistem semacam ePulsa saja bisa ditunggangi untuk melakukan penipuan.
Tersangka mendaftar sebagai dealer atau distributor ePulsa/eTronik. Lalu dengan modal starter pack, mereka mendaftar (create) customer id baru dengan isi nomor-nomor HP tadi sebagai nomor MASTER. Setiap ada customer baru, mereka mendaftarkan nomor HP customer itu sebagai nomor PARALEL. Setelah transfer dana dilakukan dan customer itu mendapatkan saldo, maka tersangka akan ikut menggunakan saldo customer dengan nomor yang dioperasikan oleh tersangka (Ingat, ada nomor tersangka yang berasal dari nomor2 HP yang pertama kali didaftarkan sebagai MASTER).
FYI, modus ini terindikasi sudah terjadi di bisnis voucher elektrik. Jadi, hati-hati dalam memilih dealer atau distributor. Pastikan bahwa nomor-nomor yang terdaftar di customer id pelanggan, hanya terdiri dr nomor-nomor HP milik pelanggan sendiri.
Tersangka mendaftar sebagai dealer atau distributor ePulsa/eTronik. Lalu dengan modal starter pack, mereka mendaftar (create) customer id baru dengan isi nomor-nomor HP tadi sebagai nomor MASTER. Setiap ada customer baru, mereka mendaftarkan nomor HP customer itu sebagai nomor PARALEL. Setelah transfer dana dilakukan dan customer itu mendapatkan saldo, maka tersangka akan ikut menggunakan saldo customer dengan nomor yang dioperasikan oleh tersangka (Ingat, ada nomor tersangka yang berasal dari nomor2 HP yang pertama kali didaftarkan sebagai MASTER).
FYI, modus ini terindikasi sudah terjadi di bisnis voucher elektrik. Jadi, hati-hati dalam memilih dealer atau distributor. Pastikan bahwa nomor-nomor yang terdaftar di customer id pelanggan, hanya terdiri dr nomor-nomor HP milik pelanggan sendiri.
Modus Penipuan Bisnis Voucher (2)
Hati-hati jika mendapat tawaran bisnis voucher elektrik, yang biasanya mematok harga murah untuk item-item tertentu, semacam S20/S50 atau M10.
Ada orang2 yang memang menyiapkan sarana penipuannya dengan sangat canggih. Mereka siapkan web situs dengan rapi dan bagus. Mereka sisipkan info harga yang menarik. Mereka tidak cantumkan bagaimana dan kemana transaksi via SMS itu dikirim, mereka juga tidak cantumkan price list dengan jelas.
Untuk mengetahui semua itu, kita diwajibkan terlebih dahulu melakukan 2 (dua) hal, yakni : mengirimkan data online via web dan melakukan TRANSFER sejumlah dana yang disyaratkan ke nomor rekening tertentu.
Dan sudah bisa ditebak, setelah dana ditrasnfer, kita bahkan tidak bisa menguhubunginya lagi. Walhasil, dana yang sudah ditransfer hilang begitu saja.
Ciri-ciri penipuan jenis ini adalah :
1. Menawarkan produk-produk dengan harga di bawah pasaran
2. Tidak mencantumkan cara transaksi
3. Tidak mencantumkan price list
4. Tidak memberikan akses kontak yang jelas.
5. Info lengkap baru bisa diketahui setelah kita mendaftar DAN melakukan transfer sejumlah dana.
6. Memiliki web dengan desain yang menarik.
FYI, jika ternyata memang ada pihak yang memenuhi parameter2 di atas, tapi ternyata merupakan distributor yang benar-benar ada, penulis mohon maaf. Data ini diperoleh dr penyusuran ke URL serta mailing list tertentu.
Untuk menghindarinya, hubungi terlebih dahulu distributornya. Jika perlu, minta referensi dari pihak lain yang bisa dipercaya.
Ada orang2 yang memang menyiapkan sarana penipuannya dengan sangat canggih. Mereka siapkan web situs dengan rapi dan bagus. Mereka sisipkan info harga yang menarik. Mereka tidak cantumkan bagaimana dan kemana transaksi via SMS itu dikirim, mereka juga tidak cantumkan price list dengan jelas.
Untuk mengetahui semua itu, kita diwajibkan terlebih dahulu melakukan 2 (dua) hal, yakni : mengirimkan data online via web dan melakukan TRANSFER sejumlah dana yang disyaratkan ke nomor rekening tertentu.
Dan sudah bisa ditebak, setelah dana ditrasnfer, kita bahkan tidak bisa menguhubunginya lagi. Walhasil, dana yang sudah ditransfer hilang begitu saja.
Ciri-ciri penipuan jenis ini adalah :
1. Menawarkan produk-produk dengan harga di bawah pasaran
2. Tidak mencantumkan cara transaksi
3. Tidak mencantumkan price list
4. Tidak memberikan akses kontak yang jelas.
5. Info lengkap baru bisa diketahui setelah kita mendaftar DAN melakukan transfer sejumlah dana.
6. Memiliki web dengan desain yang menarik.
FYI, jika ternyata memang ada pihak yang memenuhi parameter2 di atas, tapi ternyata merupakan distributor yang benar-benar ada, penulis mohon maaf. Data ini diperoleh dr penyusuran ke URL serta mailing list tertentu.
Untuk menghindarinya, hubungi terlebih dahulu distributornya. Jika perlu, minta referensi dari pihak lain yang bisa dipercaya.
Friday, March 9, 2007
Sarana komunikasi ePulsa
Dear all,
Jika ingin kontak dengan komunitas ePulsa, bisa gabung ke mailing list epulsa_solusi@yahoogroups.com
Kirim email kosong ke epulsa_solusi-subscribe@yahoogroups.com
Anda akan terdaftar di mailing list tersebut. Atau dengan cara lain, yakni login melalui http://groups.yahoo.com, lalu subscribe melalui menu di dalamnya.
Jika ingin kontak dengan komunitas ePulsa, bisa gabung ke mailing list epulsa_solusi@yahoogroups.com
Kirim email kosong ke epulsa_solusi-subscribe@yahoogroups.com
Anda akan terdaftar di mailing list tersebut. Atau dengan cara lain, yakni login melalui http://groups.yahoo.com, lalu subscribe melalui menu di dalamnya.
Thursday, March 8, 2007
Update Harga baru 9 Maret 2007
Ada lagi yang turun harga, khusus produk ePulsa
F10/50/100 = 10,700/47,800/94,750
R10/25/50/100 = 11,750/27,650/52,800/105,000
Lumayan, harga turun lagi.
F10/50/100 = 10,700/47,800/94,750
R10/25/50/100 = 11,750/27,650/52,800/105,000
Lumayan, harga turun lagi.
Mayday.. Mayday...! Obral SIMPATI
Per 9 Maret 2007
Harga khusus ePulsa berlaku :
S20 = 21,000
S50 = 49,500
Ayoo, serbuuu .....
Harga khusus ePulsa berlaku :
S20 = 21,000
S50 = 49,500
Ayoo, serbuuu .....
Modus Penipuan Bisnis Voucher (1)
Yang pertama ini melibatkan voucher fisik. Awalnya pasti ditawari sebuah bisnis dengan margin bagus, turn over cepat. Ada barang, tapi gak ada dana. Jika ada yang mau mendanai, nanti diberi uang jasa, itung2 hasil investasi. Ya, belanja voucher fisik, lalu menjualnya kembali dengan mengambil margin tipis. Kalau jumlahnya banyak, tentu hasilnya juga lumayan.
Sekali serahkan dana, memang ada hasilnya. Kedua serahkan dana (biasanya lebih besar), (masih) ada hasilnya. Begitu kesekian kali, barulah uangnya dibawa kabur. Pemilik uanag cuma bisa melongo saja. Uangnya sekian banyak musnah dalam sekejab.
Jadi hati-hati saja jika ada penawaran semacam ini.
Dalam bisnis voucher fisik, biasanya menganut ada uang ada barang. Dana diserahkan jika barang juga sudah siap di depan mata. So, keep eye on it !
Sekali serahkan dana, memang ada hasilnya. Kedua serahkan dana (biasanya lebih besar), (masih) ada hasilnya. Begitu kesekian kali, barulah uangnya dibawa kabur. Pemilik uanag cuma bisa melongo saja. Uangnya sekian banyak musnah dalam sekejab.
Jadi hati-hati saja jika ada penawaran semacam ini.
Dalam bisnis voucher fisik, biasanya menganut ada uang ada barang. Dana diserahkan jika barang juga sudah siap di depan mata. So, keep eye on it !
Wednesday, March 7, 2007
Distribusi Voucher Elektronik (2)
Dalam bisnis distribusi voucher elektrik selular, ada 2 (dua) jenis yang biasa dipakai, yakni berbasis VALUE (saldo rupiah) atau berbasis UNIT (saldo produk dalam satuan pcs). Jika dipandang dari sisi cara transaksi, ada 2 (dua) jalur yang biasa dipakai, yakni via STK (SIM Tool Kit) atau akses langsung via Short Code.
Operator GSM Indosat telah mencoba beberapa sistem distribusi. Berawal dari sistem VALUE melalui jalur short code, sejak pertengahan tahun 2006, Indosat mulai mengujicobakan sistem VALUE dengan transaksi melalui jalur STK. Produk terakhir dikenal dengan nama Indosat SEV
Demikian pula dengan operator GSM Excelcomindo Pratama (XL), dimana sudah sejak lama menjalankan sistem VALUE melalui jalur STK, dengan brand produk Dompet XL.
Untuk sistem VALUE dengan jalur STK, cara pembagian profitnya melalui penerapan diskon terhadap nilai VALUE saldo yang dibeli. Sedangkan pemotongan saldo biasa sesuai dengan nominal pulsa yang dibeli. Memang, lewat cara ini, fluktuasi harga di lapangan lebih mudah dikontrol oleh pihak operator. Coba bandingkan kondisinya dengan sistem UNIT via STK (Telkomsel) dimana harga sangat fluktuatif, sesuai dengan perimbangan demand dan suplai.
Komplain biasa ditangani langsung oleh operator. Sisi baiknya, semua jaringan distribusi bisa fokus ke sisi pemasaran saja. Sisi buruknya, apa yah ?
Any comment ?
Operator GSM Indosat telah mencoba beberapa sistem distribusi. Berawal dari sistem VALUE melalui jalur short code, sejak pertengahan tahun 2006, Indosat mulai mengujicobakan sistem VALUE dengan transaksi melalui jalur STK. Produk terakhir dikenal dengan nama Indosat SEV
Demikian pula dengan operator GSM Excelcomindo Pratama (XL), dimana sudah sejak lama menjalankan sistem VALUE melalui jalur STK, dengan brand produk Dompet XL.
Untuk sistem VALUE dengan jalur STK, cara pembagian profitnya melalui penerapan diskon terhadap nilai VALUE saldo yang dibeli. Sedangkan pemotongan saldo biasa sesuai dengan nominal pulsa yang dibeli. Memang, lewat cara ini, fluktuasi harga di lapangan lebih mudah dikontrol oleh pihak operator. Coba bandingkan kondisinya dengan sistem UNIT via STK (Telkomsel) dimana harga sangat fluktuatif, sesuai dengan perimbangan demand dan suplai.
Komplain biasa ditangani langsung oleh operator. Sisi baiknya, semua jaringan distribusi bisa fokus ke sisi pemasaran saja. Sisi buruknya, apa yah ?
Any comment ?
Modus Penipuan Bisnis Voucher
Hmmmm.... masa iya bisnis semacam ini bisa dipakai sebagai sarana penipuan ?
Ternyata bisa juga, kok. Dari berbagai sumber, akan ada beberapa cerita mengenai fakta-fakta penipuan dengan berkedok bisnis Voucher. Tulisan akan dirangkum dalam beberapa seri. Tapi sabar dulu, yak... Menunggu waktu luang dulu. ;-)
Ternyata bisa juga, kok. Dari berbagai sumber, akan ada beberapa cerita mengenai fakta-fakta penipuan dengan berkedok bisnis Voucher. Tulisan akan dirangkum dalam beberapa seri. Tapi sabar dulu, yak... Menunggu waktu luang dulu. ;-)
Monday, February 26, 2007
Koneksi Server to Server
Dear all,
Memasuki tahun 2007, ada perkembangan yang menarik di ePulsa. Setelah lama bergelut dengan pasar retail dan kerjasama di tingkat intermediate, kini ePulsa memiliki varian produk baru yang ditujukan pada distributor-distributor besar. Inti dari kerjasama ini adalah koneksi server partner ke server ePulsa. Dengan kata lain, ePulsa menyediakan stok bagi partner yang ingin melengkapi produknya atau sebagai suplemen ketika stok yang dimilik partner tidak lagi mencukupi.
Jika belum memiliki server, ePulsa dapat membantu untuk menyediakannya, meliputi hardware dan software-nya. Jika ingin menyewa (co-location) ePulsa juga bisa menyediakannya. Jika bermaksud hanya mengambil stok dari ePulsa, tersedia jenis kerjasama Host to Host (H2H).
Dengan komposisi harga yang kompetitif, Anda bisa memanfaatkan layanan ini untuk melakukan akselerasi penjualan Anda. Semua produk tersedia dengan service level yang cukup memuaskan. Dukungan stok yang relatif stabil, akan menjamin kelangsungan pengisian voucher pulsa dari waktu ke waktu.
Jadi, tunggu apa lagi ? :-)
Memasuki tahun 2007, ada perkembangan yang menarik di ePulsa. Setelah lama bergelut dengan pasar retail dan kerjasama di tingkat intermediate, kini ePulsa memiliki varian produk baru yang ditujukan pada distributor-distributor besar. Inti dari kerjasama ini adalah koneksi server partner ke server ePulsa. Dengan kata lain, ePulsa menyediakan stok bagi partner yang ingin melengkapi produknya atau sebagai suplemen ketika stok yang dimilik partner tidak lagi mencukupi.
Jika belum memiliki server, ePulsa dapat membantu untuk menyediakannya, meliputi hardware dan software-nya. Jika ingin menyewa (co-location) ePulsa juga bisa menyediakannya. Jika bermaksud hanya mengambil stok dari ePulsa, tersedia jenis kerjasama Host to Host (H2H).
Dengan komposisi harga yang kompetitif, Anda bisa memanfaatkan layanan ini untuk melakukan akselerasi penjualan Anda. Semua produk tersedia dengan service level yang cukup memuaskan. Dukungan stok yang relatif stabil, akan menjamin kelangsungan pengisian voucher pulsa dari waktu ke waktu.
Jadi, tunggu apa lagi ? :-)
Friday, February 23, 2007
Distribusi Voucher Elektronik (1)
Menilik perkembangan produk selular di Indonesia, memang pasti akan menggiurkan bagi para pebisnis, baik yang sudah eksis maupun para pebisnis baru. Pangsa pasar yang besar di Indonesia (dan budaya latah serta gumunan-red) turut menjadi akselerator perkembangan bisnis selular. Dari sisi manufaktur (baca : penyedia infrastrukur), operator, sampai sisi distribusi, benar-benar tampil all-out untuk beramai-ramai menikmati nikmatnya jatah 'kue' bisnis ini.
Masing-masing fihak berlomba-lomba menciptakan inovasi paling canggih, untuk memenangkan kompetisi, menjadi yang terdepan. Coba kita amati strategi masing-masing operator.
Telkomsel dengan produk-produk Simpati, As dan Halo, menjadi market leader dalam hal jumlah pengguna. Dalam distribusi voucher elektronik Simpati dan As, Telkomsel menggunakan sistem STK (SIM Tool Kit) dan memanfaatkan jaringan distribusi dari level AD (Authorized Dealer), Dealer, SD (Sub-Dealer), dan RS (Re-Seller). Saat ini, jaringan distribusi yang ada sudah sangat mature.
Stok Mkios biasa dikeluarkan setiap minggu sekali. Bukan rahasia lagi, untuk level AD, hari Selasa merupakan "momok" tersendiri, menyangkut masalah jumlah alokasi unit voucher yang mereka akan dapat serta beban SP (Stater Pack) yang harus mereka tebus. Saya pernah mendengar selentingan salah satu pemain di Jawa Timur, musti merogoh kocek lebih dari 5 Milyar Rupiah setiap minggunya. Belum lagi dia masih mumet memikirkan bagaimana cara 'membuang' jatah SP-nya.
Tapi memang kalau hanya membahas stok Mkios, benar-benar menjanjikan angka yang aduhai. Misalkan ada jatah total sebanyak 100,000 unit dalam seminggu. Dengan margin 250 perak per unit, maka profit sebesar 25 juta bisa diraup dalam 2-3 hari (ini contoh ideal, lho).
Kalo di level SD bisa mendapat profit lebih, sekitar 500 perak. Lumayan, untuk sebuah bisnis dengan turn over modal yang relatif cepat. Dari jatah misalkan 5,000 unit, dikali 500 perak, didapat angka profit 2,5 jt. Sekali lagi, paling lama seminggu, lho.
Ngomong-ngomong, apakah bisnis ini memang menggiurkan seperti penjelasan di atas ? Hmmm.. jujur, sebenarnya tidak juga, karena itu semua belum ngitung masalah stok macet dan juga masalah SP. Kalo mau cerita lebih detail, tanya ke orang2 distributor Telkomsel, yah.
Ini cuma intisari dari cerita-cerita yang saya dengar, kok. Heheheheee....
(continued)
Masing-masing fihak berlomba-lomba menciptakan inovasi paling canggih, untuk memenangkan kompetisi, menjadi yang terdepan. Coba kita amati strategi masing-masing operator.
Telkomsel dengan produk-produk Simpati, As dan Halo, menjadi market leader dalam hal jumlah pengguna. Dalam distribusi voucher elektronik Simpati dan As, Telkomsel menggunakan sistem STK (SIM Tool Kit) dan memanfaatkan jaringan distribusi dari level AD (Authorized Dealer), Dealer, SD (Sub-Dealer), dan RS (Re-Seller). Saat ini, jaringan distribusi yang ada sudah sangat mature.
Stok Mkios biasa dikeluarkan setiap minggu sekali. Bukan rahasia lagi, untuk level AD, hari Selasa merupakan "momok" tersendiri, menyangkut masalah jumlah alokasi unit voucher yang mereka akan dapat serta beban SP (Stater Pack) yang harus mereka tebus. Saya pernah mendengar selentingan salah satu pemain di Jawa Timur, musti merogoh kocek lebih dari 5 Milyar Rupiah setiap minggunya. Belum lagi dia masih mumet memikirkan bagaimana cara 'membuang' jatah SP-nya.
Tapi memang kalau hanya membahas stok Mkios, benar-benar menjanjikan angka yang aduhai. Misalkan ada jatah total sebanyak 100,000 unit dalam seminggu. Dengan margin 250 perak per unit, maka profit sebesar 25 juta bisa diraup dalam 2-3 hari (ini contoh ideal, lho).
Kalo di level SD bisa mendapat profit lebih, sekitar 500 perak. Lumayan, untuk sebuah bisnis dengan turn over modal yang relatif cepat. Dari jatah misalkan 5,000 unit, dikali 500 perak, didapat angka profit 2,5 jt. Sekali lagi, paling lama seminggu, lho.
Ngomong-ngomong, apakah bisnis ini memang menggiurkan seperti penjelasan di atas ? Hmmm.. jujur, sebenarnya tidak juga, karena itu semua belum ngitung masalah stok macet dan juga masalah SP. Kalo mau cerita lebih detail, tanya ke orang2 distributor Telkomsel, yah.
Ini cuma intisari dari cerita-cerita yang saya dengar, kok. Heheheheee....
(continued)
Kenapa harus jadi Dealer ?
Kenapa tidak ? (jawaban saya terhadap pertanyaan itu)
Semua hal, sekali lagi, SEMUA HAL, harus bergerak maju, meningkat, berkesinambungan. Segala sisi kehidupan kita menuntut hal semacam ini.
Termasuk tentang usaha voucher ini. Jika sudah tahu seluk beluk pengelolaan counter (di level customer) , mengapa tidak mencoba naik level ?
Dengan menjadi dealer, pasti akan menambah partner baru, rekan kerja baru, yang berarti sebuah peluang baru (untuk maju). Yang jelas, pasti ada tambahan penghasilan (*)
Dare to Win the Challenge ?
(*) syarat dan kondisi berlaku
Semua hal, sekali lagi, SEMUA HAL, harus bergerak maju, meningkat, berkesinambungan. Segala sisi kehidupan kita menuntut hal semacam ini.
Termasuk tentang usaha voucher ini. Jika sudah tahu seluk beluk pengelolaan counter (di level customer) , mengapa tidak mencoba naik level ?
Dengan menjadi dealer, pasti akan menambah partner baru, rekan kerja baru, yang berarti sebuah peluang baru (untuk maju). Yang jelas, pasti ada tambahan penghasilan (*)
Dare to Win the Challenge ?
(*) syarat dan kondisi berlaku
Thursday, February 22, 2007
Bisnis Voucher : Saya tidak berpengalaman .....
Saya tidak punya bekal pengalaman bisnis....
Saya tidak punya modal cukup....
Saya kuatir nanti tidak laku....
Itulah kira-kira tanggapan sebagian besar orang ketika diberi informasi mengenai peluang di usaha voucher.
Padahal, semua akan menjadi lebih menantang, kalu kita mencoba sebuah hal baru.
Padahal, buat memulia usaha ini, tidak musti sedia modal jutaan, bisa dimulai dr 100 ribu, bahkan.
Padahal, kalo misal pun gak laku, bisa dipakai sendiri, kan ? Masa iya di sekeliling kita gak ada yang butuh voucher ?
Voucher = Beras
Gak laku, ya dipakai sendiri. Gitu aja kok repot !
Saya tidak punya modal cukup....
Saya kuatir nanti tidak laku....
Itulah kira-kira tanggapan sebagian besar orang ketika diberi informasi mengenai peluang di usaha voucher.
Padahal, semua akan menjadi lebih menantang, kalu kita mencoba sebuah hal baru.
Padahal, buat memulia usaha ini, tidak musti sedia modal jutaan, bisa dimulai dr 100 ribu, bahkan.
Padahal, kalo misal pun gak laku, bisa dipakai sendiri, kan ? Masa iya di sekeliling kita gak ada yang butuh voucher ?
Voucher = Beras
Gak laku, ya dipakai sendiri. Gitu aja kok repot !
Varian produk ePulsa Group
1. ePulsa
Bisa digunakan untuk level customer (counter) dan atau dealer. Syarat Dealer adalah bisa memenuhi batas minimal 5,000 trx value per bulan. Jika bisa mencapai jumlah transaksi 15,000 - 20,000 bisa diberikan kesempatan menjadi distributor untuk produk eVoucher dan atau eTronik.
2. eVoucher
Hanya diberikan untuk level distributor, dengan target penjualan minimal 10,000 transaksi
3. eTronik
Hanya diberikan untuk level distributor, dengan target penjualan minimal 10,000 transaksi. Pendapatan distributor dan dealer, terakumulasi otomatis ke saldo secara real time.
4. ePulsa Abonemen
Variasi lain dari ePulsa, dengan kombinasi harga yang lebih rendah, tapi dikenakan fixed cost sebesar 10,000 per hari, dipotong dari saldo customer. Produk ini hanya cocok untuk counter dengan tingkat penjualan lebih dari 25 transaksi per hari.
5. Dompet Save
Variasi produk baru dengan karakter mirip dengan produk operator, dengan strategi potongan harga saldo sebesar 1-2 % untuk level counter. Semua produk tersedia.
6. C-System/S-System
Jika ada adalah pelaku distribusi voucher elektronik (Mkios/Dompet XL/SEV) yang masih menggunakan jalur STK dalam melakukan distribusinya, tersedia infrastruktur yang bsia digunakan untuk memacu pengembangan usahanya. Dengan terintegrasi di dalam sistem yang kami sediakan, sebuah layanan multi produk dengan single chip bisa dimiliki.
7. Host to Host (H2H)
Sudah memiliki infrastruktur server dan pasar yang bagus, tapi kekurangan stok ? H2H-lah solusinya.
Bisa digunakan untuk level customer (counter) dan atau dealer. Syarat Dealer adalah bisa memenuhi batas minimal 5,000 trx value per bulan. Jika bisa mencapai jumlah transaksi 15,000 - 20,000 bisa diberikan kesempatan menjadi distributor untuk produk eVoucher dan atau eTronik.
2. eVoucher
Hanya diberikan untuk level distributor, dengan target penjualan minimal 10,000 transaksi
3. eTronik
Hanya diberikan untuk level distributor, dengan target penjualan minimal 10,000 transaksi. Pendapatan distributor dan dealer, terakumulasi otomatis ke saldo secara real time.
4. ePulsa Abonemen
Variasi lain dari ePulsa, dengan kombinasi harga yang lebih rendah, tapi dikenakan fixed cost sebesar 10,000 per hari, dipotong dari saldo customer. Produk ini hanya cocok untuk counter dengan tingkat penjualan lebih dari 25 transaksi per hari.
5. Dompet Save
Variasi produk baru dengan karakter mirip dengan produk operator, dengan strategi potongan harga saldo sebesar 1-2 % untuk level counter. Semua produk tersedia.
6. C-System/S-System
Jika ada adalah pelaku distribusi voucher elektronik (Mkios/Dompet XL/SEV) yang masih menggunakan jalur STK dalam melakukan distribusinya, tersedia infrastruktur yang bsia digunakan untuk memacu pengembangan usahanya. Dengan terintegrasi di dalam sistem yang kami sediakan, sebuah layanan multi produk dengan single chip bisa dimiliki.
7. Host to Host (H2H)
Sudah memiliki infrastruktur server dan pasar yang bagus, tapi kekurangan stok ? H2H-lah solusinya.
IS5 (IM3 SMS nominal 5,000) dan S10 (Simpati nominal 10,000)
Kedua produk ini sudah tersedia lho.
Harga IS5 5,800
Harga S10 11,900
Inga.. inga, hanya di ePulsa saja :-)
Harga IS5 5,800
Harga S10 11,900
Inga.. inga, hanya di ePulsa saja :-)
Wednesday, February 21, 2007
S20 = 20,250/unit ?
Beneran, kok !
S20 seharga 20,250/unit. Tapi musti beli borongan 50 unit sekali beli, via kode GS20-50 khusus untuk produk ePulsa Reguler. Dan trx musti dari nomor IM3.
Buruan beli !
S20 seharga 20,250/unit. Tapi musti beli borongan 50 unit sekali beli, via kode GS20-50 khusus untuk produk ePulsa Reguler. Dan trx musti dari nomor IM3.
Buruan beli !
Yang Paling membuat kesal
Bukan karena turunnya tingkat penjualan
Bukan karena banyak problem pengisian pulsa
Bukan karena salesman yang telat setor
Bukan karena dealer yang minta utang saldo
Tapi ...
Sy paling kesal kalo produk2 multi product dibandingkan harganya dengan single product.
Masa iya harga mau disamakan dengan Mkios, dompet XL atau SEV ? Jangan bercanda, ah !
Bukan karena banyak problem pengisian pulsa
Bukan karena salesman yang telat setor
Bukan karena dealer yang minta utang saldo
Tapi ...
Sy paling kesal kalo produk2 multi product dibandingkan harganya dengan single product.
Masa iya harga mau disamakan dengan Mkios, dompet XL atau SEV ? Jangan bercanda, ah !
Jika ingin memulai bisnis voucher
Tentu kondisi saat ini masih bisa disebut tepat bagi siapapun memulai usahanya. Bisnis voucher elektronik. Mengapa tidak ?
Untuk menjalankan usaha di counter/kios, sebaiknya dilengkapi dengan produk lain, seperti : voucher fisik, asesoris HP, sukur2 bisa sediakan HP second dan servis HP.
Jika mau jalankan di rumah, atau sebagai sambilan, mungkin cukup sediakan HP saja. Tinggal hubungi agen/dealer/distributornya, beli saldo, dan bisa langsung beroperasi.
Di level pasaran, memang profit yang didapat tidak lebih dr angka 500-1000 per transaksinya. Tapi, yang belum banyak diketahui, di gedung2 perkantoran, rupanya ada yang nyambi jualan voucher. Dengan sistem order, baik bayar langsung maupun bayar setelah gajian, ternyata profitnya masih lebih bagus, lho.
Sudah siapkan Anda memulai bisnis milik sendiri ?
Silakan kirim email ke : epulsasolusi@plasa.com
Anda akan mendapat solusi sederhana.
Untuk menjalankan usaha di counter/kios, sebaiknya dilengkapi dengan produk lain, seperti : voucher fisik, asesoris HP, sukur2 bisa sediakan HP second dan servis HP.
Jika mau jalankan di rumah, atau sebagai sambilan, mungkin cukup sediakan HP saja. Tinggal hubungi agen/dealer/distributornya, beli saldo, dan bisa langsung beroperasi.
Di level pasaran, memang profit yang didapat tidak lebih dr angka 500-1000 per transaksinya. Tapi, yang belum banyak diketahui, di gedung2 perkantoran, rupanya ada yang nyambi jualan voucher. Dengan sistem order, baik bayar langsung maupun bayar setelah gajian, ternyata profitnya masih lebih bagus, lho.
Sudah siapkan Anda memulai bisnis milik sendiri ?
Silakan kirim email ke : epulsasolusi@plasa.com
Anda akan mendapat solusi sederhana.
Ternyataa....
Dari pengalaman selama mengelola distribusi voucher elektrik, paling tidak ada 3 (tiga) jalur distribusi yang umum digunakan.
Pertama, jalur Tradisional. Biasanya digunakan oleh pemain senior, dengan menggunakan jalur-jalur distribusi yang sudah ada, melibatkan banyak distributor berskala besar. Jalur distribusi ini biasanya bersifat sangat eksklusif dan menguasai area tertentu. Pemain baru akan sangat sulit untuk menembus jalur distribusi, karena sangat dijaga oleh induknya.
Kedua, jalur Konvensional Moderat. Saya sebut begitu, karena ternyata sistem distribusi ini masih menganut sistem pemasaran konvensional, tetapi tidak alergi terhadap cara-cara baru dalam membuat strategi distribusi. Mereka lebih bersifat inklusif, terbuka menerima siapapun yang ingin bergabung di jaringan distribusi.
Ketiga, jalur Online. Beberapa waktu terakhir, rupanya pemasaran via Internet juga mulai dilirik oleh banyak pihak untuk melakukan fungsi distribusi dan pemasaran. Di bisnis voucher elektri, tercatat nama-nama : Warungbarokah Group, eSewarna, siPutri, Mutiarefill, Panorama, dll, yang membesarkan bisnisnya melalui jalur pemasaran Internet.
Hmmm.. ternyata asyik juga mengamati dinamikanya. Tulisan-tulisan lain akan menyusul. Any Comment ?
Pertama, jalur Tradisional. Biasanya digunakan oleh pemain senior, dengan menggunakan jalur-jalur distribusi yang sudah ada, melibatkan banyak distributor berskala besar. Jalur distribusi ini biasanya bersifat sangat eksklusif dan menguasai area tertentu. Pemain baru akan sangat sulit untuk menembus jalur distribusi, karena sangat dijaga oleh induknya.
Kedua, jalur Konvensional Moderat. Saya sebut begitu, karena ternyata sistem distribusi ini masih menganut sistem pemasaran konvensional, tetapi tidak alergi terhadap cara-cara baru dalam membuat strategi distribusi. Mereka lebih bersifat inklusif, terbuka menerima siapapun yang ingin bergabung di jaringan distribusi.
Ketiga, jalur Online. Beberapa waktu terakhir, rupanya pemasaran via Internet juga mulai dilirik oleh banyak pihak untuk melakukan fungsi distribusi dan pemasaran. Di bisnis voucher elektri, tercatat nama-nama : Warungbarokah Group, eSewarna, siPutri, Mutiarefill, Panorama, dll, yang membesarkan bisnisnya melalui jalur pemasaran Internet.
Hmmm.. ternyata asyik juga mengamati dinamikanya. Tulisan-tulisan lain akan menyusul. Any Comment ?
Varian Paling Lengkap !

Untuk semua kalangan pengusaha voucher, produk-produk ePulsa Group tersedia untuk semua level. Dari level toko sampai distributor besar, kami membuka kesempatan kerjasama. Dari penjualan harian 100 ribu sampai 100 juta, bis amenggunakan produk ePulsa Group. Kok Bisa ya ?
Tentu, karena ini adalah ePulsa. Semua BISA !
Subscribe to:
Posts (Atom)