Dalam bisnis distribusi voucher elektrik selular, ada 2 (dua) jenis yang biasa dipakai, yakni berbasis VALUE (saldo rupiah) atau berbasis UNIT (saldo produk dalam satuan pcs). Jika dipandang dari sisi cara transaksi, ada 2 (dua) jalur yang biasa dipakai, yakni via STK (SIM Tool Kit) atau akses langsung via Short Code.
Operator GSM Indosat telah mencoba beberapa sistem distribusi. Berawal dari sistem VALUE melalui jalur short code, sejak pertengahan tahun 2006, Indosat mulai mengujicobakan sistem VALUE dengan transaksi melalui jalur STK. Produk terakhir dikenal dengan nama Indosat SEV
Demikian pula dengan operator GSM Excelcomindo Pratama (XL), dimana sudah sejak lama menjalankan sistem VALUE melalui jalur STK, dengan brand produk Dompet XL.
Untuk sistem VALUE dengan jalur STK, cara pembagian profitnya melalui penerapan diskon terhadap nilai VALUE saldo yang dibeli. Sedangkan pemotongan saldo biasa sesuai dengan nominal pulsa yang dibeli. Memang, lewat cara ini, fluktuasi harga di lapangan lebih mudah dikontrol oleh pihak operator. Coba bandingkan kondisinya dengan sistem UNIT via STK (Telkomsel) dimana harga sangat fluktuatif, sesuai dengan perimbangan demand dan suplai.
Komplain biasa ditangani langsung oleh operator. Sisi baiknya, semua jaringan distribusi bisa fokus ke sisi pemasaran saja. Sisi buruknya, apa yah ?
Any comment ?
Wednesday, March 7, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment