Yang pertama ini melibatkan voucher fisik. Awalnya pasti ditawari sebuah bisnis dengan margin bagus, turn over cepat. Ada barang, tapi gak ada dana. Jika ada yang mau mendanai, nanti diberi uang jasa, itung2 hasil investasi. Ya, belanja voucher fisik, lalu menjualnya kembali dengan mengambil margin tipis. Kalau jumlahnya banyak, tentu hasilnya juga lumayan.
Sekali serahkan dana, memang ada hasilnya. Kedua serahkan dana (biasanya lebih besar), (masih) ada hasilnya. Begitu kesekian kali, barulah uangnya dibawa kabur. Pemilik uanag cuma bisa melongo saja. Uangnya sekian banyak musnah dalam sekejab.
Jadi hati-hati saja jika ada penawaran semacam ini.
Dalam bisnis voucher fisik, biasanya menganut ada uang ada barang. Dana diserahkan jika barang juga sudah siap di depan mata. So, keep eye on it !
Thursday, March 8, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment