Menilik perkembangan produk selular di Indonesia, memang pasti akan menggiurkan bagi para pebisnis, baik yang sudah eksis maupun para pebisnis baru. Pangsa pasar yang besar di Indonesia (dan budaya latah serta gumunan-red) turut menjadi akselerator perkembangan bisnis selular. Dari sisi manufaktur (baca : penyedia infrastrukur), operator, sampai sisi distribusi, benar-benar tampil all-out untuk beramai-ramai menikmati nikmatnya jatah 'kue' bisnis ini.
Masing-masing fihak berlomba-lomba menciptakan inovasi paling canggih, untuk memenangkan kompetisi, menjadi yang terdepan. Coba kita amati strategi masing-masing operator.
Telkomsel dengan produk-produk Simpati, As dan Halo, menjadi market leader dalam hal jumlah pengguna. Dalam distribusi voucher elektronik Simpati dan As, Telkomsel menggunakan sistem STK (SIM Tool Kit) dan memanfaatkan jaringan distribusi dari level AD (Authorized Dealer), Dealer, SD (Sub-Dealer), dan RS (Re-Seller). Saat ini, jaringan distribusi yang ada sudah sangat mature.
Stok Mkios biasa dikeluarkan setiap minggu sekali. Bukan rahasia lagi, untuk level AD, hari Selasa merupakan "momok" tersendiri, menyangkut masalah jumlah alokasi unit voucher yang mereka akan dapat serta beban SP (Stater Pack) yang harus mereka tebus. Saya pernah mendengar selentingan salah satu pemain di Jawa Timur, musti merogoh kocek lebih dari 5 Milyar Rupiah setiap minggunya. Belum lagi dia masih mumet memikirkan bagaimana cara 'membuang' jatah SP-nya.
Tapi memang kalau hanya membahas stok Mkios, benar-benar menjanjikan angka yang aduhai. Misalkan ada jatah total sebanyak 100,000 unit dalam seminggu. Dengan margin 250 perak per unit, maka profit sebesar 25 juta bisa diraup dalam 2-3 hari (ini contoh ideal, lho).
Kalo di level SD bisa mendapat profit lebih, sekitar 500 perak. Lumayan, untuk sebuah bisnis dengan turn over modal yang relatif cepat. Dari jatah misalkan 5,000 unit, dikali 500 perak, didapat angka profit 2,5 jt. Sekali lagi, paling lama seminggu, lho.
Ngomong-ngomong, apakah bisnis ini memang menggiurkan seperti penjelasan di atas ? Hmmm.. jujur, sebenarnya tidak juga, karena itu semua belum ngitung masalah stok macet dan juga masalah SP. Kalo mau cerita lebih detail, tanya ke orang2 distributor Telkomsel, yah.
Ini cuma intisari dari cerita-cerita yang saya dengar, kok. Heheheheee....
(continued)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment