Bisnis voucher prepaid elektrik makin menggila di mana-mana....
Sehabis libur Lebaran, perjalanan safari dimulai. Menyusuri Jabar Selatan (Bandung - Nagreg - Limbangan - Malangbong - Ciawi - Rajapolah - Ciamis - Banjar), di kiri kanan jalan raya dengan mudah kita bisa temui para pedagang pulsa elektrik maupun fisik.
Hmmm... terbayang bagaimana dinamika distribusi stok bisa sampai di tangan mereka semua. Bisa jadi langsung dr ibu kota negara, bisa dari ibu kota provinsi. Semua berlomba untuk menarik minat para calon pembeli. Ada yang pasang harga (konon) termurah, ada yang pasang list produk (yang konon) terlengkap. Ada pula yang seperti gak niat jualan, hehehe....
Di pinggiran jalan utama Banjar, ada sederetan toko, dimana salah satunya adalah warung kopi dan mie rebus. Jam menunjukkan pukul 04.05. Sambil istirahat, akhirnya mobil pun diminggirkan. Pesan kopi susu dan mie instan kepada mbak penjaganya (sumpe, jam segitu, dandanannya udah rapih !). Sambil menunggu pesanan, tiba-tiba sebuah motor berhenti, dan pengendaranya turun, ikut memasuki warung dimana saya menunggu pesanan.
"Mbak, Simpati 20 masih ada gak ?", ujarnya. Saya yang terperanjat ! Nah ????
Sebuah warung di pinggiran jalan raya Banjar, pada jam 04 pagi, di saat orang lain masih kelonan, masih ada yang jualan kopi susu dan mie rebus, itu mah biasa. Tapi kalau ada yang minta pulsa jam segitu, itu baru mantap (luar biasa !)
Dan perjalanan pun berlanjut, menyusuri jalur selatan Jawa Tengah.
Di sepanjang minggu itu, beberapa kota dan pelosok saya bisa datangi. Menemui keluarga, teman atau sekedar (sengaja) nyasar di sebuah counter penjualan voucher. Yaa, sekalian cari informasi.
Ternyata ada hal yang sangat menarik. Di beberapa kabupaten di sana, sudah ada server dengan brand lokal. Saya sempat temui beberapa counter, dimana ternyata sebuah brand kadang punya transaksi tak lebih dari 1,000 transaksi per hari !
Saya agak confused dengan informasi itu. Kok bisa-bisanya sebuah brand lokal bertahan dengan volume transaksi yang minim. Memang ada beberapa brand nasional yang masuk, tetapi masih kalah populer dibanding brand lokal.
Siapa yang sangka di Sragen dan Wonogiri (kota kabupaten di Jateng tenggara), ternyata sudah ada server yang ter-install di sana. Bahkan bisa mengandalkan stok lokal. Hebat ! Saya acungkan jempol kepada mereka semua. Tidak semua pemain server seberani mereka.
Mereka benar-benar memiliki niat yang kuat !
I called them as a Brave Heart !
(Meeting Room 20071127)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment