Monday, February 26, 2007

Koneksi Server to Server

Dear all,

Memasuki tahun 2007, ada perkembangan yang menarik di ePulsa. Setelah lama bergelut dengan pasar retail dan kerjasama di tingkat intermediate, kini ePulsa memiliki varian produk baru yang ditujukan pada distributor-distributor besar. Inti dari kerjasama ini adalah koneksi server partner ke server ePulsa. Dengan kata lain, ePulsa menyediakan stok bagi partner yang ingin melengkapi produknya atau sebagai suplemen ketika stok yang dimilik partner tidak lagi mencukupi.

Jika belum memiliki server, ePulsa dapat membantu untuk menyediakannya, meliputi hardware dan software-nya. Jika ingin menyewa (co-location) ePulsa juga bisa menyediakannya. Jika bermaksud hanya mengambil stok dari ePulsa, tersedia jenis kerjasama Host to Host (H2H).

Dengan komposisi harga yang kompetitif, Anda bisa memanfaatkan layanan ini untuk melakukan akselerasi penjualan Anda. Semua produk tersedia dengan service level yang cukup memuaskan. Dukungan stok yang relatif stabil, akan menjamin kelangsungan pengisian voucher pulsa dari waktu ke waktu.

Jadi, tunggu apa lagi ? :-)

Friday, February 23, 2007

Distribusi Voucher Elektronik (1)

Menilik perkembangan produk selular di Indonesia, memang pasti akan menggiurkan bagi para pebisnis, baik yang sudah eksis maupun para pebisnis baru. Pangsa pasar yang besar di Indonesia (dan budaya latah serta gumunan-red) turut menjadi akselerator perkembangan bisnis selular. Dari sisi manufaktur (baca : penyedia infrastrukur), operator, sampai sisi distribusi, benar-benar tampil all-out untuk beramai-ramai menikmati nikmatnya jatah 'kue' bisnis ini.

Masing-masing fihak berlomba-lomba menciptakan inovasi paling canggih, untuk memenangkan kompetisi, menjadi yang terdepan. Coba kita amati strategi masing-masing operator.

Telkomsel dengan produk-produk Simpati, As dan Halo, menjadi market leader dalam hal jumlah pengguna. Dalam distribusi voucher elektronik Simpati dan As, Telkomsel menggunakan sistem STK (SIM Tool Kit) dan memanfaatkan jaringan distribusi dari level AD (Authorized Dealer), Dealer, SD (Sub-Dealer), dan RS (Re-Seller). Saat ini, jaringan distribusi yang ada sudah sangat mature.

Stok Mkios biasa dikeluarkan setiap minggu sekali. Bukan rahasia lagi, untuk level AD, hari Selasa merupakan "momok" tersendiri, menyangkut masalah jumlah alokasi unit voucher yang mereka akan dapat serta beban SP (Stater Pack) yang harus mereka tebus. Saya pernah mendengar selentingan salah satu pemain di Jawa Timur, musti merogoh kocek lebih dari 5 Milyar Rupiah setiap minggunya. Belum lagi dia masih mumet memikirkan bagaimana cara 'membuang' jatah SP-nya.

Tapi memang kalau hanya membahas stok Mkios, benar-benar menjanjikan angka yang aduhai. Misalkan ada jatah total sebanyak 100,000 unit dalam seminggu. Dengan margin 250 perak per unit, maka profit sebesar 25 juta bisa diraup dalam 2-3 hari (ini contoh ideal, lho).

Kalo di level SD bisa mendapat profit lebih, sekitar 500 perak. Lumayan, untuk sebuah bisnis dengan turn over modal yang relatif cepat. Dari jatah misalkan 5,000 unit, dikali 500 perak, didapat angka profit 2,5 jt. Sekali lagi, paling lama seminggu, lho.

Ngomong-ngomong, apakah bisnis ini memang menggiurkan seperti penjelasan di atas ? Hmmm.. jujur, sebenarnya tidak juga, karena itu semua belum ngitung masalah stok macet dan juga masalah SP. Kalo mau cerita lebih detail, tanya ke orang2 distributor Telkomsel, yah.

Ini cuma intisari dari cerita-cerita yang saya dengar, kok. Heheheheee....

(continued)

Kenapa harus jadi Dealer ?

Kenapa tidak ? (jawaban saya terhadap pertanyaan itu)

Semua hal, sekali lagi, SEMUA HAL, harus bergerak maju, meningkat, berkesinambungan. Segala sisi kehidupan kita menuntut hal semacam ini.

Termasuk tentang usaha voucher ini. Jika sudah tahu seluk beluk pengelolaan counter (di level customer) , mengapa tidak mencoba naik level ?

Dengan menjadi dealer, pasti akan menambah partner baru, rekan kerja baru, yang berarti sebuah peluang baru (untuk maju). Yang jelas, pasti ada tambahan penghasilan (*)

Dare to Win the Challenge ?

(*) syarat dan kondisi berlaku

Thursday, February 22, 2007

Bisnis Voucher : Saya tidak berpengalaman .....

Saya tidak punya bekal pengalaman bisnis....
Saya tidak punya modal cukup....
Saya kuatir nanti tidak laku....

Itulah kira-kira tanggapan sebagian besar orang ketika diberi informasi mengenai peluang di usaha voucher.

Padahal, semua akan menjadi lebih menantang, kalu kita mencoba sebuah hal baru.
Padahal, buat memulia usaha ini, tidak musti sedia modal jutaan, bisa dimulai dr 100 ribu, bahkan.
Padahal, kalo misal pun gak laku, bisa dipakai sendiri, kan ? Masa iya di sekeliling kita gak ada yang butuh voucher ?

Voucher = Beras

Gak laku, ya dipakai sendiri. Gitu aja kok repot !

Varian produk ePulsa Group

1. ePulsa
Bisa digunakan untuk level customer (counter) dan atau dealer. Syarat Dealer adalah bisa memenuhi batas minimal 5,000 trx value per bulan. Jika bisa mencapai jumlah transaksi 15,000 - 20,000 bisa diberikan kesempatan menjadi distributor untuk produk eVoucher dan atau eTronik.

2. eVoucher
Hanya diberikan untuk level distributor, dengan target penjualan minimal 10,000 transaksi

3. eTronik
Hanya diberikan untuk level distributor, dengan target penjualan minimal 10,000 transaksi. Pendapatan distributor dan dealer, terakumulasi otomatis ke saldo secara real time.

4. ePulsa Abonemen
Variasi lain dari ePulsa, dengan kombinasi harga yang lebih rendah, tapi dikenakan fixed cost sebesar 10,000 per hari, dipotong dari saldo customer. Produk ini hanya cocok untuk counter dengan tingkat penjualan lebih dari 25 transaksi per hari.

5. Dompet Save
Variasi produk baru dengan karakter mirip dengan produk operator, dengan strategi potongan harga saldo sebesar 1-2 % untuk level counter. Semua produk tersedia.

6. C-System/S-System
Jika ada adalah pelaku distribusi voucher elektronik (Mkios/Dompet XL/SEV) yang masih menggunakan jalur STK dalam melakukan distribusinya, tersedia infrastruktur yang bsia digunakan untuk memacu pengembangan usahanya. Dengan terintegrasi di dalam sistem yang kami sediakan, sebuah layanan multi produk dengan single chip bisa dimiliki.

7. Host to Host (H2H)
Sudah memiliki infrastruktur server dan pasar yang bagus, tapi kekurangan stok ? H2H-lah solusinya.

IS5 (IM3 SMS nominal 5,000) dan S10 (Simpati nominal 10,000)

Kedua produk ini sudah tersedia lho.

Harga IS5 5,800
Harga S10 11,900

Inga.. inga, hanya di ePulsa saja :-)

Wednesday, February 21, 2007

S20 = 20,250/unit ?

Beneran, kok !

S20 seharga 20,250/unit. Tapi musti beli borongan 50 unit sekali beli, via kode GS20-50 khusus untuk produk ePulsa Reguler. Dan trx musti dari nomor IM3.

Buruan beli !

Yang Paling membuat kesal

Bukan karena turunnya tingkat penjualan
Bukan karena banyak problem pengisian pulsa
Bukan karena salesman yang telat setor
Bukan karena dealer yang minta utang saldo

Tapi ...

Sy paling kesal kalo produk2 multi product dibandingkan harganya dengan single product.
Masa iya harga mau disamakan dengan Mkios, dompet XL atau SEV ? Jangan bercanda, ah !

Jika ingin memulai bisnis voucher

Tentu kondisi saat ini masih bisa disebut tepat bagi siapapun memulai usahanya. Bisnis voucher elektronik. Mengapa tidak ?

Untuk menjalankan usaha di counter/kios, sebaiknya dilengkapi dengan produk lain, seperti : voucher fisik, asesoris HP, sukur2 bisa sediakan HP second dan servis HP.

Jika mau jalankan di rumah, atau sebagai sambilan, mungkin cukup sediakan HP saja. Tinggal hubungi agen/dealer/distributornya, beli saldo, dan bisa langsung beroperasi.

Di level pasaran, memang profit yang didapat tidak lebih dr angka 500-1000 per transaksinya. Tapi, yang belum banyak diketahui, di gedung2 perkantoran, rupanya ada yang nyambi jualan voucher. Dengan sistem order, baik bayar langsung maupun bayar setelah gajian, ternyata profitnya masih lebih bagus, lho.

Sudah siapkan Anda memulai bisnis milik sendiri ?
Silakan kirim email ke : epulsasolusi@plasa.com
Anda akan mendapat solusi sederhana.

Ternyataa....

Dari pengalaman selama mengelola distribusi voucher elektrik, paling tidak ada 3 (tiga) jalur distribusi yang umum digunakan.

Pertama, jalur Tradisional. Biasanya digunakan oleh pemain senior, dengan menggunakan jalur-jalur distribusi yang sudah ada, melibatkan banyak distributor berskala besar. Jalur distribusi ini biasanya bersifat sangat eksklusif dan menguasai area tertentu. Pemain baru akan sangat sulit untuk menembus jalur distribusi, karena sangat dijaga oleh induknya.

Kedua, jalur Konvensional Moderat. Saya sebut begitu, karena ternyata sistem distribusi ini masih menganut sistem pemasaran konvensional, tetapi tidak alergi terhadap cara-cara baru dalam membuat strategi distribusi. Mereka lebih bersifat inklusif, terbuka menerima siapapun yang ingin bergabung di jaringan distribusi.

Ketiga, jalur Online. Beberapa waktu terakhir, rupanya pemasaran via Internet juga mulai dilirik oleh banyak pihak untuk melakukan fungsi distribusi dan pemasaran. Di bisnis voucher elektri, tercatat nama-nama : Warungbarokah Group, eSewarna, siPutri, Mutiarefill, Panorama, dll, yang membesarkan bisnisnya melalui jalur pemasaran Internet.

Hmmm.. ternyata asyik juga mengamati dinamikanya. Tulisan-tulisan lain akan menyusul. Any Comment ?

Varian Paling Lengkap !


Untuk semua kalangan pengusaha voucher, produk-produk ePulsa Group tersedia untuk semua level. Dari level toko sampai distributor besar, kami membuka kesempatan kerjasama. Dari penjualan harian 100 ribu sampai 100 juta, bis amenggunakan produk ePulsa Group. Kok Bisa ya ?

Tentu, karena ini adalah ePulsa. Semua BISA !