Dear Rekans,
Kalau dalam melakukan transaksi ePulsa dan produk-produknya ada masalah yang tidak terselesaikan, silakan kirim email saja. Sy punya dokumen pedoman penetapan status transaksi.
Mau ?
Wednesday, November 28, 2007
And the contest begin !
Sok atuh dicek, berapa banyak server dan brand yang muncul dalam setahun terakhir ...
Ane yakin lebih dari 100 server. Dan dalam 1 server bisa muncul beberapa brand. Mantap, kan ? Mereka semua tersebar dimana-mana. Mungkin di sebuah Kecamatan ada 1 buah server, Bahkan mungkin di level Kelurahan pun sudah ada.
Saya ingat pertengahan tahun 2007 lalu, ada calon partner H2H menghubungi saya. Dia ingin langganan beli stok lewat koneksi H2H. Ternyata dia harus pakai donggle. Pas saya mau kirim, ternyata alamat tujuannya adalah sebuah tempat yang jaraknya belasan kilometer dari kota kabupaten. Deziigghhh..... !
Dan kontes pun dimulai. Semua pemain server berlomba-lomba untuk merebut pasar dan menjanjikan stok yang aman. Bahkan sampai level banting-bantingan harga. Dan yang keluar sebagai pemenang adalah ....... OPERATOR !
Seperti halnya iklan teh dalam kemasan botol, "Siapapun yang jual (voucher saya), saya lah yang tetap untung !". Begitulah tagline si operator itu.
Banting harga bahkan jual rugi adalah langkah yang kerap diambil oleh distributor baru dalam rangka mengambil hati operator. Akibatnya ada 1 pihak lagi yang meraup untung dari harga murah. Siapakah dia ? Tentu pihak pedagang (sementara) akan meraup untung. Selanjutnya, end user lah yang senang, karena bisa mendapatkan voucher dengan harga murah.
Lalu siapa yang harus menggigit jari ? Lagi-lagi tentu para pelaku distribusinya. Hehehee.... Kok gitu yak ? Bisa dibayangkan ada banyak yang harus pulang duluan, atau tersisih, atau terekstradisi, atau apapun disebutnya. Yang pasti, satu-persatu para pemain ini akan menghilang, atau minimal merger dengan pemain lain.
Ada yang selama ini anteng-anteng saja, ternyata tak lama kemudian, musti jual sebagian saham perusahaan buat menutup operasionalnya. Ada pula pemain server yang benar-benar main saham untuk memutar modalnya.
Saat ini, kontes masih berlangsung.
And the story will always continue.......
(Ruang Meeting 20071127)
Ane yakin lebih dari 100 server. Dan dalam 1 server bisa muncul beberapa brand. Mantap, kan ? Mereka semua tersebar dimana-mana. Mungkin di sebuah Kecamatan ada 1 buah server, Bahkan mungkin di level Kelurahan pun sudah ada.
Saya ingat pertengahan tahun 2007 lalu, ada calon partner H2H menghubungi saya. Dia ingin langganan beli stok lewat koneksi H2H. Ternyata dia harus pakai donggle. Pas saya mau kirim, ternyata alamat tujuannya adalah sebuah tempat yang jaraknya belasan kilometer dari kota kabupaten. Deziigghhh..... !
Dan kontes pun dimulai. Semua pemain server berlomba-lomba untuk merebut pasar dan menjanjikan stok yang aman. Bahkan sampai level banting-bantingan harga. Dan yang keluar sebagai pemenang adalah ....... OPERATOR !
Seperti halnya iklan teh dalam kemasan botol, "Siapapun yang jual (voucher saya), saya lah yang tetap untung !". Begitulah tagline si operator itu.
Banting harga bahkan jual rugi adalah langkah yang kerap diambil oleh distributor baru dalam rangka mengambil hati operator. Akibatnya ada 1 pihak lagi yang meraup untung dari harga murah. Siapakah dia ? Tentu pihak pedagang (sementara) akan meraup untung. Selanjutnya, end user lah yang senang, karena bisa mendapatkan voucher dengan harga murah.
Lalu siapa yang harus menggigit jari ? Lagi-lagi tentu para pelaku distribusinya. Hehehee.... Kok gitu yak ? Bisa dibayangkan ada banyak yang harus pulang duluan, atau tersisih, atau terekstradisi, atau apapun disebutnya. Yang pasti, satu-persatu para pemain ini akan menghilang, atau minimal merger dengan pemain lain.
Ada yang selama ini anteng-anteng saja, ternyata tak lama kemudian, musti jual sebagian saham perusahaan buat menutup operasionalnya. Ada pula pemain server yang benar-benar main saham untuk memutar modalnya.
Saat ini, kontes masih berlangsung.
And the story will always continue.......
(Ruang Meeting 20071127)
BRAVE HEART (Para Pemberani....)
Bisnis voucher prepaid elektrik makin menggila di mana-mana....
Sehabis libur Lebaran, perjalanan safari dimulai. Menyusuri Jabar Selatan (Bandung - Nagreg - Limbangan - Malangbong - Ciawi - Rajapolah - Ciamis - Banjar), di kiri kanan jalan raya dengan mudah kita bisa temui para pedagang pulsa elektrik maupun fisik.
Hmmm... terbayang bagaimana dinamika distribusi stok bisa sampai di tangan mereka semua. Bisa jadi langsung dr ibu kota negara, bisa dari ibu kota provinsi. Semua berlomba untuk menarik minat para calon pembeli. Ada yang pasang harga (konon) termurah, ada yang pasang list produk (yang konon) terlengkap. Ada pula yang seperti gak niat jualan, hehehe....
Di pinggiran jalan utama Banjar, ada sederetan toko, dimana salah satunya adalah warung kopi dan mie rebus. Jam menunjukkan pukul 04.05. Sambil istirahat, akhirnya mobil pun diminggirkan. Pesan kopi susu dan mie instan kepada mbak penjaganya (sumpe, jam segitu, dandanannya udah rapih !). Sambil menunggu pesanan, tiba-tiba sebuah motor berhenti, dan pengendaranya turun, ikut memasuki warung dimana saya menunggu pesanan.
"Mbak, Simpati 20 masih ada gak ?", ujarnya. Saya yang terperanjat ! Nah ????
Sebuah warung di pinggiran jalan raya Banjar, pada jam 04 pagi, di saat orang lain masih kelonan, masih ada yang jualan kopi susu dan mie rebus, itu mah biasa. Tapi kalau ada yang minta pulsa jam segitu, itu baru mantap (luar biasa !)
Dan perjalanan pun berlanjut, menyusuri jalur selatan Jawa Tengah.
Di sepanjang minggu itu, beberapa kota dan pelosok saya bisa datangi. Menemui keluarga, teman atau sekedar (sengaja) nyasar di sebuah counter penjualan voucher. Yaa, sekalian cari informasi.
Ternyata ada hal yang sangat menarik. Di beberapa kabupaten di sana, sudah ada server dengan brand lokal. Saya sempat temui beberapa counter, dimana ternyata sebuah brand kadang punya transaksi tak lebih dari 1,000 transaksi per hari !
Saya agak confused dengan informasi itu. Kok bisa-bisanya sebuah brand lokal bertahan dengan volume transaksi yang minim. Memang ada beberapa brand nasional yang masuk, tetapi masih kalah populer dibanding brand lokal.
Siapa yang sangka di Sragen dan Wonogiri (kota kabupaten di Jateng tenggara), ternyata sudah ada server yang ter-install di sana. Bahkan bisa mengandalkan stok lokal. Hebat ! Saya acungkan jempol kepada mereka semua. Tidak semua pemain server seberani mereka.
Mereka benar-benar memiliki niat yang kuat !
I called them as a Brave Heart !
(Meeting Room 20071127)
Sehabis libur Lebaran, perjalanan safari dimulai. Menyusuri Jabar Selatan (Bandung - Nagreg - Limbangan - Malangbong - Ciawi - Rajapolah - Ciamis - Banjar), di kiri kanan jalan raya dengan mudah kita bisa temui para pedagang pulsa elektrik maupun fisik.
Hmmm... terbayang bagaimana dinamika distribusi stok bisa sampai di tangan mereka semua. Bisa jadi langsung dr ibu kota negara, bisa dari ibu kota provinsi. Semua berlomba untuk menarik minat para calon pembeli. Ada yang pasang harga (konon) termurah, ada yang pasang list produk (yang konon) terlengkap. Ada pula yang seperti gak niat jualan, hehehe....
Di pinggiran jalan utama Banjar, ada sederetan toko, dimana salah satunya adalah warung kopi dan mie rebus. Jam menunjukkan pukul 04.05. Sambil istirahat, akhirnya mobil pun diminggirkan. Pesan kopi susu dan mie instan kepada mbak penjaganya (sumpe, jam segitu, dandanannya udah rapih !). Sambil menunggu pesanan, tiba-tiba sebuah motor berhenti, dan pengendaranya turun, ikut memasuki warung dimana saya menunggu pesanan.
"Mbak, Simpati 20 masih ada gak ?", ujarnya. Saya yang terperanjat ! Nah ????
Sebuah warung di pinggiran jalan raya Banjar, pada jam 04 pagi, di saat orang lain masih kelonan, masih ada yang jualan kopi susu dan mie rebus, itu mah biasa. Tapi kalau ada yang minta pulsa jam segitu, itu baru mantap (luar biasa !)
Dan perjalanan pun berlanjut, menyusuri jalur selatan Jawa Tengah.
Di sepanjang minggu itu, beberapa kota dan pelosok saya bisa datangi. Menemui keluarga, teman atau sekedar (sengaja) nyasar di sebuah counter penjualan voucher. Yaa, sekalian cari informasi.
Ternyata ada hal yang sangat menarik. Di beberapa kabupaten di sana, sudah ada server dengan brand lokal. Saya sempat temui beberapa counter, dimana ternyata sebuah brand kadang punya transaksi tak lebih dari 1,000 transaksi per hari !
Saya agak confused dengan informasi itu. Kok bisa-bisanya sebuah brand lokal bertahan dengan volume transaksi yang minim. Memang ada beberapa brand nasional yang masuk, tetapi masih kalah populer dibanding brand lokal.
Siapa yang sangka di Sragen dan Wonogiri (kota kabupaten di Jateng tenggara), ternyata sudah ada server yang ter-install di sana. Bahkan bisa mengandalkan stok lokal. Hebat ! Saya acungkan jempol kepada mereka semua. Tidak semua pemain server seberani mereka.
Mereka benar-benar memiliki niat yang kuat !
I called them as a Brave Heart !
(Meeting Room 20071127)
Subscribe to:
Posts (Atom)